Karena Susah Di Bawa Ke RS, Budi Anduk Terpaksa Dibohongi Terbaru Juni 2016

Budi Anduk merupakan salah satu orang yang terbilang susah untuk diajak berobat kerumah sakit. Untuk itulah, sang manajer Budi, Wawan, Mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga terpaksa harus sedikit membohongi untuk dapat mengajak seorang komedian tersebut kerumah sakit.

“Kami dan teman-teman sering memaksanya, bahkan Mas Parto langsung membawakan ambulans hari Kamis malam dan prosesnya pun harus sedikit kami bohongi,” ujar Wawan saat ditemui dirumah duka sebagaimana yang kami kutip dari laman detik, Selasa (12/1/2016) di kawasan Jatiwaringin, Bekasi.

Karena Susah Di Bawa Ke RS, Budi Anduk Terpaksa Dibohongi

Image by : Detik.com

“Kita bohongi Almarhum bahwa kita ingin membawanya kerumah sakit terdekan untuk di infus agar bisa makan dan sedikit mendapatkan tambahan gizi dan dia mau. Dengan payahnya kami bawa namun Rumah Sakit Persahabatan ternyata alatnya tidak lengkap jadi kita pindah ke Rumah Sakit Dharmais yang merupakan rumah sakit pertama ia dirawat kemarin,” tambah sang istri, Neneng Nurhayati.

Wawan juga menambahkan bahwa sang komedian mendapatkan perawatan di Dharmais, memang pihak rumah sakit sudah memvonis kalau tumor paru-paru yang diderita Almarhum sudah memasuki stadium satu. Hal itu menjadi ketakutan tersendiri untuk Budi melakukan kemoterapi.

“Karena takut di kemo, jadi dia cuma bertahan di rumah, dia bilang nggak sakit,” kata Wawan lagi.

Budi memang tipe orang yang tidak pernah mengeluh akan penyakit yang ia derita. Walaupun begitu, sang istri, Neneng sanga mengetahui apa yang dirasakan oleh suaminya saat itu.

“Dia sering sekali merasakan ngilu, namun Almarhum cuma bilang biasa aja. Terus merasa bengkak, dimata juga terlihat bengkak walaupun kadang hilang. Bengkak yang sering nggak hilang itu ada ditangannya,” kenang Neneng.

Sebagai informasi, Budi Anduk menghembuskan nafas terakhirnya Senin, (11/1/2016) di Rumah Sakit Dharmais, Grogol, Jakarta Barat dalam usia 47 tahun.

Karena Susah Di Bawa Ke RS, Budi Anduk Terpaksa Dibohongi | wahyuni | 4.5