Soal Operasi Bus Hibah, Kemenhub: Kami Tak Halangi Ahok Terbaru Juni 2016

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pihaknya sama sekali tidak berniat menghalang-halangi dalam polemik bus tingkat yang dihibahkan oleh Tahir Foundation. Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan JA Barata menilai kelima bus tersebut memang tidak sesuai dengan spesifikasi bus yang telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

kemenhub-tak-halangi-ahok

“Sepanjang persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan telah terpenuhi, silakan beroperasi. Tidak ada keinginan dari kami untuk menghalang-halangi,” kata Barata. Ia pun menyarankan Pemprov DKI Jakarta untuk menyesuaikan kelima bus tersebut sesuai peraturan yang ada.

Kelima bus sumbangan Tahir Foundation ini diketahui berasal dari pabrikan Mercedes-Benz. Sasis kerangka yang digunakan adalah tipe maxi padahal jika dilihat dari spesifikasinya, bus ini memiliki tipe tingkat. Inilah yang menjadi dasar persoalan polemik antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pihak Kemenhub. Kemenhub sendiri menilai kelima bus tersebut tidak memenuhi standar PP Nomor 55 Tahun 2012 tersebut.

Menurut Kemenhub, Pemprov DKI harus menyesuaikan rangka bus tersebut berdasarkan spesifikasi diantaranya berat maksimum beserta muatan paling sedikit 21.000 – 24.000 kilogram, panjang keseluruhan 9 – 13,4 meter, lebar keseluruhan maksimal 2,5 meter, dan tinggi bus maksimal 4,2 meter.

Barata menyarankan agar pihak Pemprov DKI berkonsultasi langsung dengan pabrikan karoseri Mercedes-Benz yang memproduksi bus tersebut. “”Kami kan harus melihat pabrikan Mercedes-nya terlebih dahulu seperti apa, baru kemudian dibicarakan. Yang terpenting bus tingkat tersebut harus mematuhi PP Nomor 55 Tahun 2012,” tungkas Barata.

Seperti dikabarkan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kesal dengan sikap Kemenhub yang seolah-olah menghalangi beroperasinya kelima bus hibah dari Tahir Foundation tersebut. Padahal, rencananya Pemprov DKI akan mengoperasikan bus ini di sepanjang rute pelarangan kendaraan roda dua (Jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat).

Ahok kesal karena Kemenhub tidak meloloskan uji kelayakan bus tersebut hanya karena bobotnya yang lebih ringan ketimbang yang tertuang dalam PP Nomor 55 Tahun 2012.

“Lebih ringan makin baik dong? Dia bilang enggak sesuai PP beratnya, makanya saya ngamuk dan kesal. Masa Mercedes-Benz enggak sesuai spesifikasi dan bus buatan Tiongkok, Wei Chai dibilang sesuai spesifikasi? Saya mempertanyakan kenapa sebuah PP dibuat untuk menghambat orang?,” ujar Ahok.

Soal Operasi Bus Hibah, Kemenhub: Kami Tak Halangi Ahok | wahyuni | 4.5