Peringatan BMKG Berakhir Setelah Tsunami 0,09 dan 0,03 Meter Terbaru Juni 2016

Siang sekitar pukul 2 WIB, peringatan gempa dan Tsunami dari BMKG telah dicabut. Warga pun merasa tenang. Dampak dari gempa yang berkekuatan 7,3 SR tersebut dinyatakan berakhir. Hal ini diungkapkan oleh kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bernama Andi Eka Satya pada Sabtu tanggal 15 November 2014 di Jakarta. Namun demikian, tetap saja masyarakat yang terkena dampak atau berada di sekitar lokasi terjadinya gempa untuk tetap waspada jika terjadi gempa susulan.

 

Peringatan Tsunami dari BMKG dan Gempa Susulan yang Terjadi di Beberapa Wilayah

Peringatan BMKG Berakhir Setelah Tsunami

Pada Sabtu Pagi, sekitar pukul 09.31 WIB, telah terjadi gempa dengan kekuatan sekitar 7,3 SR. Kabarnya, Gempa yang terjadi di sekitar area Halmahera ini bahkan telah merusak sejumlah bangunan. Setelah gempa tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pun menyatakan waspada Tsunami untuk daerah-daerah terdekat. Peringatan dini ini juga didasari oleh gelombang yang cukup tinggi di beberapa kawasan yang dikhawatirkan akan menyentuh bibir pantai. Setidaknya terdapat dua tempat yang mengalami gelombang pasang dengan ketinggian mencapai 0,09 meter dan 0,03 meter. Meski tidak setinggi tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, ketinggian gelombang dan kerusakan gedung sudah cukup menjadi alasan untuk terus waspada dan menjauhi bibir pantai.

 

Gempa dan gempa susulannya

Diawali dengan gempa yang terjadi di Halmahera pada pukul 09.31 WIB atau sekitar setengah 11 waktu Indonesia tengah dengan kekuatan gempa 7,3 SR, gempa susulan datang dengan skala yang lebih kecil, yakni 5,0 SR sekitar pukul 09.43 WIB. Belum berhenti di situ, gempa susulan masih terus dirasakan pada jam 10.08 WIB di bagian kilometer tengah Bolaang Mongondow yang memiliki kekuatan sekitar 6,3 SR. Gempa dengan kekuatan cukup besar ini membuat BMKG harus mengeluarkan peringatan dini tentang akan terjadinya Tsunami sehingga warga pun bisa mempersiapkan diri.

 

Masyarakat sudah kembali tenang

Hanya berselang dua tiga jam setelah gempa terjadi, aktivitas di Manado kembali normal. Salah satu karyawan yang berkantor dekat bibir pantai pun mengaku merasa panik saat gempa pertama dengan kekuatan 7,3 SR terjadi. Bahkan, karyawan-karyawan kantor itu keluar dari kantor dan berhamburan keluar saat gempa terjadi. Namun, setelah semuanya tenang, mereka tetap menjalankan aktivitas atau pekerjaan seperti biasanya. Gempa di Maluku Utara yang terjadi di kedalaman 10 km itu juga membuat sebagian besar warga panik. Namun, aktivitas pun kembali tenang dan normal ketika melihat warga lainnya juga sudah tidak berpikir tentang gempa dan menjalani hari sebagaimana biasanya.

 

Ternate justru tidak khawatirkan Tsunami

Meski ada peringatan tsunami dari pemerintah, warga Ternate secara pribadi tidak mengkhawatirkan terjadinya tsunami. Bahkan pusat perbelanjaan dan pusat keramaian kota masih penuh dengan pengunjung usai terjadinya gempa. Meski tetap melakukan aktivitas sehari-hari dan tidak terlalu pusing dengan tsunami sebagaimana diungkapkan oleh BMKG, warga Ternate tetap mengamati kondisi perairan laut.

Peringatan BMKG Berakhir Setelah Tsunami 0,09 dan 0,03 Meter | author | 4.5