Pasar Seni ITB, Dari Tangan Raksasa Hingga 800 Mahasiswa Terbaru Juni 2016

Pasar Seni ITB digelar kemarin, Minggu tanggal 23 November 2014. Pasar Seni ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan biaya yang dihabiskan mencapai 1 Miliar Rupiah. Banyak sekali pihak yang ikut andil dalam pelaksanaan acara ini. Di antaranya adalah 800 Mahasiswa ITB dari jurusan Seni Rupa dan Teknik. Bandung pun dipastikan macet karena pasar seni ini memakai lahan yang sangat luas dari kampus ITB itu. Terlebih, acara yang diadakan 4 tahun sekali ini pasti akan ramai pengunjung. Bertema Aku, Kita, dan Semesta, acara pasar seni kampus teknik di Bandung ini dibuka dengan bersepeda sehat. Selain mengangkat tema sehat, panitia acara juga mengajak masyarakat untuk hidup bersih dengan membiasakan diri membuang sampah ke tempatnya dengan memilah sampah tersebut lebih dulu. Bagaimana keseruannya?

 

Pasar Seni ITB 2014 Gabungkan Pertunjukan dan Konsep Sosial Masa Kini

Pasar Seni ITB

Luas Lahan yang Digunakan

Gawe besar dari ITB ini tidak hanya melibatkan mahasiswa saja, tetapi juga dosen yang mengajar mahasiswa tersebut. Benda-benda dan hasil karya yang dipamerkan merupakan hasil karya seni rupa dan Teknik. Semua hasil karya ini dipamerkan di atas lahan yang luas, bahkan mencapai 2/3 dari luas kampus ITB di Bandung. Tradisi pasar seni ini diprakarsai oleh A.D. Pirous pada tahun 1972. Itu berarti sudah lebih dari 40 tahun yang lalu.

 

Lahan Parkir

Karena besarnya acara yang dihelat oleh ITB ini, pengunjung yang berniat untuk datang pun dipastikan akan membludak. Maka dari itu, PR panitia pasar Seni ITB selanjutnya adalah parkiran dan kemacetan yang terjadi di wilayah kota Bandung. Khusus untuk parkiran, lokasinya memang cukup jauh dari tempat berlangsungnya acara. Hal ini karena ada banyak titik lokasi parkir yang disiapkan oleh panitia dan letaknya tersebar. Untuk memberikan akses mudah bagi pengunjung yang diprediksi mencapai 500 hingga 700 ribu orang, berikut lokasi parkir yang disiapkan;

  1. Taman Cikapayang dan SMAK Dago untuk pengunjung dari arah selatan ke utara
  2. Jalan Kyai Gede Utama, Jalan Raden Patah, dan jalan lain di sebelah timur Dago
  3. Jalan di sekitar barat Dago

Sementara itu, agar kemacetan dapat diatasi, pihak ITB bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemerintah.

 

Tangan Raksasa

Saat berkunjung ke Pasar Seni ini, kurang afdlol rasanya jika Anda tidak berfoto selfie di tangan raksasa yang menjadi salah satu sambutan dari panitia. Tangan dengan jari-jari raksasa ini tidak hanya diam. Dia juga bisa bergerak, khususnya pada bagian jari tengah, telunjuk, dan jari manis. Ini menjadi hasil karya gabungan antara mahasiswa seni rupa dengan mahasiswa teknik.

Simak juga berita :

 

Konsep sehat dan individualistis

Konsep sehat diterapkan oleh panitia pasar seni dengan membuka acara dengan jalan sehat dan bersepeda santai. Kemudian, di lokasi ada sistem reward dan punishment. Reward berlaku untuk pengunjung yang mau membuang sampah pada tempatnya setelah memilah basah dan kering. Sedangkan punishment berlaku untuk yang berjualan di sekitar lokasi dan membuang sampah sembarangan.

Panitia Pasar Seni ITB juga memberikan konsep individualistis untuk acara 4 tahunan ini. Di mana ini tergambar dari jari raksasa, yang lebih senang bekerja sendiri padahal hidup di masyarakat sosial.

Pasar Seni ITB, Dari Tangan Raksasa Hingga 800 Mahasiswa | author | 4.5