Alasan Dibalik Mundurnya Karen Agustiawan Dari CEO Pertamina Terbaru Juni 2016

Karen Agustiawan diberitakan mundur dari jabatannya sebagai CEO Pertamina. Padahal kiprahnya dalam membesarkan perusahaan plat merah ini sangat besar. Di bawah tangan dinginnya, Pertamina menjelma menjadi perusahaan minyak yang di akui dunia dan masuk ke dalam Forbes Fortune 500. Hanya perusahaan dengan skala besar dan lingkup kerja yang memukau saja yang bisa bertengger di dalamnya. Lantas apa sebab Karen memilih mundur sebagai Direktur Utama Pertamina? dan kenapa?

Latar Belakang Kenapa Karen Agustiawan Mundur Dari Dirut Pertamina

Karen Agustiawan

Profil Karen Agustiawan

Nama Karen selama 5 tahun belakangan ini memang melambung tinggi bak artis pendatang baru yang santer diliput media. Dia adalah CEO Wanita Pertamina yang sukses membuat banyak gebrakan mengubah wajah pertamina. Berikut profil dan data dirinya :

  • Nama lengkap   : Galaila Karen Agustiawan
  • Lahir                      : Bandung, 19 Oktober 1958
  • Suami                    : Herman Agustiawan
  • Jumlah Anak      : 3 Anak

Karen berasal dari keluarga yang terbilang memiliki derajat yang tinggi. Orang tuanya bernama R. Asiah dan Dr. Sumiyatno. Orang tuanya merupakan utusan pertama dari PBB bagian WHO dan pernah menjabat sebagai presiden Biofarma.

Perjalanan Karier Karen Agustiawan

Karir Karen Agustiawan dimulai sejak dia lulus dari Sarjana Teknik Fisika ITB tahun 1983 dan mengabdi sebagai analis dan Programmer pemetaan sistem eksplorasi di Mobil Oil Indonesia (sekarang sudah di akuisisi Exxon Mobil). Dia berkiprah disana sampai tahun 1996 dengan posisi terakhir sebagai Project Leader. Kemudian berpindah-pindah ke CGG Petrosystems Indonesia, Landmark Cocurrent Solusi Indonesia, Halliburton Indonesia, dan terakhir di Pertamina.

Di Pertamina mengawali posisi sebagai Staf Ahli Direktur Utama pada tahun 2006. Kemudian naik menjadi Direktur Hulu dan terakhir menjabat Direktur Utama pada tahun 2009 bulan februari sampai sekarang.

Mundur dari CEO Pertamina karena Keluarga atau Tekanan Pemerintah?

Di pertamina, Karen mendapatkan gaji senilai 200an juta setiap bulan. Namun, uang bukanlah segalanya. Bulan Agustus 2014 ini dia resmi mengajukan surat pengunduran diri ke menteri BUMN Dahlan Iskan dan surat ini diterima. Di jelaskan oleh Dahlan bahwa alasan Karen mundur karena ingin fokus mengurusi keluarga dan sudah dipinang untuk menjadi dosen di Harvard University. Dahlan juga menambahkan bahwa Karen sudah beberapa kali mengirim surat pengunduran diri, tapi selalu ditolak. Kali ini dia sudah tidak bisa lagi mencegahnya.

Alasan lain yang mengemuka di berbagai berita media adalah karena dia tidak tahan terhadap pemerintah. Pemerintah dianggap tidak tegas dalam mengambil keputusan perihal polemik LPG 12 kg. Sementara Pertamina sendiri sudah memiliki keputusan untuk menaikkan harga LPG 12 kg. Para analis berpendapat bahwa saat keputusan menaikkan harga ini masih terombang-ambing artinya dia sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari pemerintah.

Yang jelas, mundurnya Karen Agustiawan dari CEO Pertamina menurut artikel.web.id adalah kehilangan besar bagi bangsa ini. Bisa jadi ini juga hadiah buruk bagi hari kemerdekaan Indonesia. Karen termasuk dalam jajaran Asia’s 50 Power Businesswomen dari Forbes. Sejajar dengan Sri Mulyani dan Megawati yang juga pernah masuk ke dalam daftar ini.

Alasan Dibalik Mundurnya Karen Agustiawan Dari CEO Pertamina | author | 4.5