MUI Ajak Meriahkan Tahun Baru Islam 2014 1436 H Terbaru Juni 2016

Tahun baru islam 2014 1436 H akan segera datang. MUI yang diketuai oleh Din Syamsudin beserta jajarannya pun mengajak kepada seluruh umat muslim di Indonesia untuk ikut memeriahkan acara ini. MUI pun mengadakan acara di Gelora Bung Karno khusus untuk memperingati hari besar islam ini. Bersamaan dengan undangan acara kepada umat muslim itu, MUI juga mengajak agar umat islam tidak perlu memperdebatkan penting tidaknya dilakukan acara khusus di hari pertama tahun 1436 H itu.

 

Kemeriahan Tahun Baru Islam 2014 1436 H dan Pro Kontranya

MUI Ajak Meriahkan Tahun Baru Islam 2014 1436 H

Apa kata MUI?

Tahun ini, MUI mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya umat muslim untuk ikut hadir dalam perayaan tahun baru islam yang akan diadakan di Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta. MUI menghimbau untuk umat muslim agar berpakaian putih saat menghadiri acara tersebut. Acara yang digagas oleh MUI ini nantinya akan memberikan suguhan menarik seputar islam yang juga akan menampilkan pemuka-pemuka dan tokoh-tokoh agama guna memberi ceramah tentang islam.

 

Busana putih yang dipilih dalam acara tersebut menjadi simbol warna suci dalam islam. Sehingga nantinya diharapkan para umat islam yang datang juga membawa hati yang bersih dan tidak terbesit pemikiran lain selain hal positif. Bahkan dijelaskan pula kalau ada yang tidak sepaham dengan kemeriahan yang akan dihelat ini, ada baiknya untuk tidak diperdebatkan karena itu membuang waktu saja. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh ketua MUI Din Syamsudin bahwa apa yang dilakukan ini tidak lebih dari sekedar perayaan tahun baru islam sekaligus sebagai wujud syiar islam. Maksudnya juga bisa sebagai salah satu cara da’wah islam.

 

Sebagaimana diketahui, warga Indonesia yang memiliki umat islam terbesar di dunia terlihat jarang merayakan tahun baru Islam 2014 1436 H. Malah lebih memilih untuk merayakan tahun baru Masehi dengan kembang api dan bahkan ikut merayakan hari Valentine dengan bagi-bagi cokelat. Maka dari itu, ada baiknya jika syiar islam ke para generasi penerus juga diwujudkan dalam perayaan yang bertema keislaman dan keimanan bersama saat hari besar tahun baru Hijriah tiba.

 

Makna dan Sejarah Hijriah Sekaligus Pendapat Kontra

Penetapan tanggal 1 Hijriah ini dilaksanakan pada masa pemerintahan sahabat Umar bin Khatab. Tanggal 1 Hijriah menandakan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sebuah pendapat menyebutkan kalau hijrahnya nabi ini memerlukan perjuangan yang besar sehingga makna utamanya adalah perjuangan Nabi dalam hijrahnya tersebut. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan jika ada perayaan di hari tahun baru islam baik itu berupa doa awal dan akhir tahun, shalawat, dan yang lainnya, maka ini bisa diartikan sebagai hal-hal yang dibuat-buat saja. Hal ini karena Tahun Baru Hijriah tidak pernah ada di zaman nabi. Tahun baru hijriah baru ada saat Nabi sudah wafat dan saat masih hidup pun Nabi menggunakan penanggalan qamariyah.

 

Lihat juga :

 

Terlepas dari pro dan kontra seputar tahun baru islam 2014 1436 H ini, ada baiknya sebagai umat islam untuk melihat dari hal positif dan bersatu padu untuk mensyiarkan ajaran islam dengan baik.

MUI Ajak Meriahkan Tahun Baru Islam 2014 1436 H | author | 4.5