Kurikulum 2013 Batal dan Balik ke 2006, Para Guru Senang Terbaru Juni 2016

Kurikulum 2013 telah resmi dibatalkan oleh Mendikbud, Anies Baswedan pada Jumat, 5 Desember 2014 kemarin. Selain membatalkan kurikulum, Mendikbud juga menegaskan kalau sekolah akan menggunakan kurikulum 2006 yang dianggap lebih efektif untuk diterapkan pada peserta didik. Lantas, apa kata guru dan bagaimana nasib buku sekolah yang sudah menganut kurikulum tahun 2013? Apakah perlu membeli buku baru?

Pembatalan kurikulum 2013 dan aktif kembalinya kurikulum 2006 dimulai semester genap

Kurikulum 2013 Batal dan Balik ke 2006

Pemberlakuan kurikulum 2006 sebagai pengganti kurikulum tahun 2013 dimulai pada Januari 2015 mendatang. Tepatnya pada saat pergantian semester, dari semester gasal ke semester genap. Hal ini disampaikan oleh Mendikbud, Anies Baswedan. Di mana dalam keterangannya diketahui juga kalau masih ada sekolah yang kemungkinan akan menggunakan kurikulum tahun 2013 tersebut. Di mana sekolah yang sudah menjalankan kurikulum tahun 2013 selama lebih dari 3 semester bisa melanjutkan pemakaian kurikulum tersebut. Namun, jika kurikulum tahun 2013 dirasa membebani siswa dan sekolah, sekolah juga bisa ikut pindah ke kurikulum 2006 yang pernah diterapkan di Indonesia.

Sementara itu, untuk sekolah yang baru menerapkan kurikulum tahun 2013 dalam jangka waktu di bawah tiga semester, maka sudah dipastikan mereka akan kembali menggunakan kurikulum lama, yakni kurikulum 2006. Kembalinya kurikulum 2006 ini bukan tanpa alasan, sebelumnya Mendikbud sudah membentuk tim evaluasi untuk mengetahui sampai di mana tingkat efektivitas kurikulum tahun 2013 bagi para siswa.

Ini kata tim evaluasi

Ketua tim evaluasi, Suyanto mengatakan kalau tim sudah memberikan tiga opsi kepada Mendikbud dalam menyikapi pembatalan kurikulum 2013. Opsi tersebut di antaranya adalah;

  1. Implementasi kurikulum tahun 2013 dihentikan dan menyempurnakan komponen dari kurikulum tersebut.
  2. Implementasi kurikulum tahun 2013 diteruskan bagi sekolah-sekolah yang siap melakukannya.
  3. Implementasi kurikulum tahun 2013 dilanjutkan dengan terus melakukan usaha perbaikan.

Selain memberikan 3 opsi, tim evaluasi juga menyinggung soal implikasi dari ketiga opsi tersebut.

Kata guru setelah kurikulum tahun 2013 dihentikan

Para guru menyambut baik berita pembatalan kurikulum tahun 2013 dan pemakaian kembali kurikulum 2006 ini. Meski pada awal pemakaian kurikulum tahun 2013 banyak guru yang menyatakan siap, sebagian besar guru juga mengalami kendala. Selain kendala penyampaian materi, pendistribusian buku juga bisa dikatakan kurang merata.

Ketua PGRI, Sulistyo mengungkapkan kalau langkah yang diambil oleh Mendikbud sudah tepat. Sebab kurikulum tahun 2013 yang diterapkan di Indonesia bisa dikatakan sebagai kurikulum yang masih mentah. Masalah yang dihadapi dalam penerapan kurikulum tersebut sangat kompleks, mulai dari hal yang substansial hingga kesiapan guru untuk mengajar muridnya pun masih kurang.

Apakah perlu beli buku baru?

Khusus untuk kontrak buku kurikulum 2013 yang belum ditandatangani, kontrak tidak akan dilanjutkan. Sementara kontrak yang sudah ada dan sudah ditandatangani bisa dilanjutkan, bukunya disimpan di sekolah. Selanjutnya, Mendikbud juga tidak memaksa orang tua murid untuk membeli buku baru demi pemberlakuan kembali Kurikulum 2006.

Kurikulum 2013 Batal dan Balik ke 2006, Para Guru Senang | author | 4.5