Kronologi Pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena Terbaru Juni 2016

Pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena telah merebut perhatian publik. Dua TKI yang bekerja di Hongkong ini dibunuh oleh seorang lelaki bernama Rurik George Caton Jutting. Jutting mengaku sebagai seorang psikopat gila yang rela membunuh pasangannya. Dua WNI yang dibunuh Jutting ini diduga sebagai PSK atau Pekerja Seks Komersil. Pembunuhan ini dilakukan di ruang tengah di sebuah flat dalam kawasan apartemen. Dua korban pembunuhan yang berasal dari Indonesia ini dibunuh secara sadis di flat tersebut. Sumarti Ningsih dibunuh pada Sabtu, tanggal 1 November 2014 dan dimasukkan dalam sebuah koper. Jasad Sumarti Ningsih ini pun sudah membusuk dan dipenuhi oleh belatung saat ditemukan. Sementara jasad Jesse Lorena ditemukan membujur kaku di ruang tengah dengan bekas luka tusuk di leher dan di pantat. Bagaimana sebenarnya kisah dua perempuan asal Indonesia dan pembunuhnya ini?

 

Pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena oleh Psikopat Berprestasi

Kronologi Pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena

Siapa pembunuh Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena

Meski mengaku sebagai seorang psikopat gila, Jutting nyatanya adalah seorang yang memiliki nilai akademik bagus. Dia bahkan dinyatakan lulus dari Universitas ternama Cambridge dengan gelar yang disandangnya. Di antara teman-temannya, Jutting dikenal sebagai pribadi yang diam dan sukses. Salah satu kesuksesannya adalah saat dirinya menjadi seorang bankir. Hidup bergelimpangan harta menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Jutting, termasuk kelainannya yang psikopat itu.

 

Lelaki berusia 29 tahun ini kabarnya memiliki kelainan jiwa atau yang biasa disebut psikopat. Uang yang didapatkannya bukanlah ukuran kepuasan yang bisa membuatnya bahagia. Faktanya, dia masih mencari perempuan untuk dipekerjakan demi memuaskan nafsu seksnya. Jutting diketahui sering berpesta seks dengan perempuan yang berasal dari Asia, salah satunya Indonesia. Selain berpesta seks, kehidupan kelam Jutting juga terungkap setelah kasus pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena ini. Di antara kehidupan gelap yang pernah dijalani oleh Jutting adalah narkoba, psikopat gila, dan diduga melakoni pembunuhan berantai.

 

Pembunuhan Sumarti Ningsih dan duka keluarga

Pembunuhan Sumarti Ningsih dilakukan pada Sabtu 1 November 2014 lalu. Setelah dibunuh, jasad Sumarti Ningsih langsung dimasukkan ke dalam sebuah koper hingga malam penangkapan pembunuhnya terjadi. Menurut orang tua Sumarti Ningsih, putrinya itu memang hendak pulang ke Indonesia pada tanggal 2 November 2014, tepat di hari Minggu. Namun, putrinya tidak memberikan kabar dan dihubungi pun tidak bisa.

 

Duka mendalam dirasakan oleh keluarga Sumarti Ningsih yang berasal dari Cilacap. Ayahnya, Ahmad Khaliman menginginkan pembunuh anaknya dihukum dengan seberat-beratnya, bahkan kalau bisa dihukum mati. Lelaki 58 tahun ingin putrinya yang menjadi tulang punggung keluarga itu dipulangkan jasadnya dengan bantuan pemerintah.

 

Pembunuhan Jesse Lorena

Jesse Lorena awalnya diduga berkewarganegaraan Filipina, hingga akhirnya diketahui bahwa perempuan 31 tahun ini berasal dari Indonesia, khususnya dari daerah Sulawesi Utara.

Baca Juga:

 

Peristiwa pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena ini jelas menjadi duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan tetapi juga sebagian besar rakyat Indonesia.

Kronologi Pembunuhan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena | author | 4.5