KPK Dibantu TNI, Kompolnas: Samad Tak Paham Hukum Terbaru Juni 2016

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengkritik tindakan Ketua KPK Abraham Samad. Seperti diketahui KPK dibantu TNI dalam polemik Polri dan KPK. Menurutnya, gerak-gerik Abraham Samad menunjukkan bahwa ia memang tidak baham dengan tatanan hukum yang berlaku.

kpk-dibantu-tni

Dalam sebuah forum diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Komisioner Kompolnas secara terus terang menyayangkan sikap Abraham. “Saya tidak habis pikir, Abraham Samad itu ngerti hukum apa enggak?” tungkas Adrianus mengalamatkan pertanyaannya kepada situasi dimana KPK dibantu TNI.

Menurutnya TNI tidak seharusnya dilibatkan dalam kisruh yang terjadi antara Bareskrim, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Kapolri terpilih Budi Gunawan, dan KPK sendiri. TNI tidak punya kaitan apa-apa dalam konflik yang sedang melanda kedua institusi. Berdasarkan penuturan Adrianus, jika TNI memang dipasang sebagai pengawal KPK dalam menghadapi gerak-gerik Polri, sebenarnya Polri juga tidak akan berhak menggeledah KPK.

“Kalaupun mau melakukan penggeledahan, pasti rumah Bambang Widjojanto yang digeledah, bukan KPK. Tidak ada urusannya dengan TNI,” tungkas Adrianus.

Seperti diketahui Abraham Samad memang mengontak sendiri Panglima TNI, Jenderal Moeldoko untuk membantu membentengi KPK. Permintaan inipun diterima dimana tiga pasukan elit TNI yakni Komando Pasukan Khusus (Kopasus) TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI AU diterjunkan untuk mengamankan Gedung KPK, tepat setelah Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto ditangkap oleh Bareskrim Polri.

Deputi Bidang Pencegahan KPK, Johan Budi pada hari Jumat (23/1/2015) dalam pembicaraan lewat telepon memang membenarkan kepada wartawan bahwa KPK dibantu TNI beserta dengan bantuan pengamanan lain dari luar Polri yang cukup masif.

Sementara itu, pada hari Sabtu (24/01/2015) Presiden Joko Widodo kemarin menggelar pertemuan dengan sejumlah kementrian dan pimpinan Polri guna membahas masalah pemberantasan korupsi di Indonesia. Wakapolri sekaligus Plt Kapolri saat ini, Badrodin Haiti; Jaksa Agung HM Prasetyo, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdjiatno, dan Menkumham Yasonna Laoly turut hadir dalam pertemuan ini. Namun tak satupun dari mereka yang berkenan memberi keterangan apa-apa kepada awak media.

Namun yang patut disayangkan adalah ketidakhadiran pimpinan KPK sebagai ujung tombak anti rasuah di Indonesia. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto sendiri memberitahukan bahwa memang ia tidak melihat KPK berdasarkan sepengetahuannya, dan menurutnya KPK harus tetap bekerja optimal meskipun tidak dilibatkan dalam pertemuan ini.

KPK Dibantu TNI, Kompolnas: Samad Tak Paham Hukum | wahyuni | 4.5