Jokowi Tegaskan Perjanjian Proton Bukan Mobil Nasional Terbaru Juni 2016

Presiden Joko Widodo menegaskan jika kerja sama yang dilakukan antara pabrikan mobil asal Malaysia, Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari yang digawangi oleh A.M. Hendropriyono bukan bertujuan untuk mengembangkan mobil nasional (mobnas). Hal ini ditegaskan langsung oleh Jokowi setelah beredarnya banyak kritik publik mengenai kerja sama perjanjian tersebut. Ia menerangkan bahwa proyek Proton bukan mobil nasional.

Jokowi-tegaskan-proton-bukan-mobil-nasional

Saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi yang baru tiba dari pesawat kepresidenan mengatakan bahwa prioritas pembangunan mobil nasional tetap akan mempertimbangkan keikutsertaan Esemka, yang pernah menjadi buah bibir publik saat ia hendak maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 silam. Mobil ini adalah proyek rakitan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan di Solo, dengan visi untuk memandirikan produksi industri otomotif di tanah air. Namun setelah Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas nama mobil ini mulai redup.

“Kalau berbicara mengenai mobil nasional, tentu saya akan bicara tentang Esemka,” ujar Jokowi.

Dalam lawatannya ke negeri jiran sejak minggu kemarin, Jokowi terlihat ikut hadir dalam acara penandatanganan proyek kerjasama antara Proton Holdings Berhad dengan PT Adiperkasa Citra Lestari. Adiperkasa Citra Lestari sendiri adalah perusahaan yang dimiliki oleh A.M. Hendropriyono, salah satu orang dibalik kampanye Jokowi – Jusuf Kalla saat mencalonkan diri di Pilpres 2014.

Banyak pihak yang mengendus adanya usaha untuk menjadikan Proton sebagai mobil nasional, sehingga memunculkan kekecewaan publik. Apalagi, Jokowi terlihat dalam acara penandatanganan kerjasama tersebut. Namun nampaknya Jokowi mengklarifikasi bahwa Proton bukan mobil nasional yang direncanakannya. Ia bahkan mengaku belum berpikir bahwa Proton akan menjadi mobil nasional Indonesia karena ia berpatokan pada merek dan pendirian perusahaan yang harus asli Indonesia.

Mengenai keikutsertaannya dalam acara tersebut, Jokowi mengaku ia hanya diundang untuk datang dalam acara yang disebutnya murni bisnis ini. “Kalau saya tengok sebuah industri, menengok sebuah manufaktur di negara lain, tentu saja itu adalah hal sangat wajar,” katanya.

Ia juga menolak bahwa Proton akan mendapat perlakuan khusus dari pemerintah soal adanya perjanjian ini.

Meski sudah menjelaskan mengenai isu Proton bukan mobil nasional, namun beragam media mengabarkan bahwa tahapan awal ini akan dilanjutkan ke studi kelayakan mengenai kemungkinan Proton bisa menjadi mobil nasional di Indonesia.

Jokowi Tegaskan Perjanjian Proton Bukan Mobil Nasional | wahyuni | 4.5