Een Sukaesih, Guru Inspiratif Lumpuh 27 Tahun Meninggal Terbaru Juni 2016

Een Sukaesih dinyatakan meninggal pada Jumat 12 Desember 2014 kemarin di salah satu rumah sakit umum di daerah Sumedang. Guru inspiratif yang mendapatkan penghargaan dari liputan 6 awards ini menghembuskan nafas terakhirnya setelah 3 hari dirawat di RSUD Sumedang. Duka pun mengiringi kepergian Een yang juga kerap disapa Wak Een oleh murid-muridnya. Tangis di rumah duka tidak hanya datang dari keluarga saja, akan tetapi juga dari murid-murid yang diajar oleh Een dan wali muridnya. Bahkan, belasan karangan bunga duka cita datang untuk ibu guru yang mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan ini.

Een Sukaesih Meninggal, Warga Biasa Hingga Mantan Presiden Berduka

Een Sukaesih

Ratusan warga datang ke rumah duka

Banyak yang merasakan kehilangan atas kepergian Een ini. Seorang guru yang telah membawa pulang penghargaan dari kategori pengabdian atas pendidikan ini meninggal tepat pada jam 15.20 WIB di rumah sakit. Ratusan warga datang dengan isak tangis yang mendalam. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa datang untuk menunjukkan rasa bela sungkawa. Jasa Een semasa hidup memang telah menumbuhkan kasih sayang tersendiri kepada guru inspiratif itu. Bagaimana tidak, di saat Een lumpuh pun, dia masih bisa mengajar dan melayani muridnya yang datang ke rumah untuk belajar bersama.

Kematiannya kabarnya disebabkan oleh penyakit lambung yang dideritanya dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, Een juga mengalami sesak nafas karena paru-parunya mengalami infeksi. Een yang menderita penyakit rheumatoid Arthritis dan menyebabkan dirinya lumpuh ini pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat koma dan melewati masa kritis pada Jumat pagi. Sebelumnya, Een Sukaesih merasa sudah tidak kuat dan mengeluh seluruh tubuhnya tidak mampu lagi untuk menopang diri. Bahkan, Een sempat enggan diajak ke rumah sakit. Hal ini diungkapkan oleh saudara perempuan Een saat diwawancara. Saudara Een merasa aneh sebab tidak biasanya Een enggan diajak ke rumah sakit untuk memeriksakan diri saat sakit.

Ungkapan duka datang dari mantan presiden dan gubernur

Een memang pernah bertemu langsung dengan Susilo Bambang Yudhoyono saat masih hidup sebanyak 2 kali. Maka tidak heran jika mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut menunjukkan bela sungkawanya. Di antara belasan karangan bunga, salah satunya berasal dari mantan presiden RI itu. Tidak hanya mantan presiden RI saja, gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun menunjukkan rasa bela sungkawanya.

Baca juga kabar kebenaran meninggalnya Olga Syahputra.

Een dan proses pemakamannya

Een menjadi perempuan yang sangat mampu membagikan inspirasi kepada semua orang tentang pengabdian. Een dilahirkan pada 10 Agustus 1963. Perempuan yang mengenyam pendidikan di IKIP BandungĀ  ini mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan. Dia memberikan pelajaran kepada siswa SD yang datang padanya, bahkan ada yang menjadi bintang di kelas mereka. Untuk mengenang jasa Een, para murid menyanyikan lagu Terima Kasih Guru saat mengantarkan guru sepanjang masa itu ketika pemakaman. Ini membuat suasana pemakaman Een Sukaesih diselimuti rasa haru dan penuh tangis.

Een Sukaesih, Guru Inspiratif Lumpuh 27 Tahun Meninggal | author | 4.5