DPR Tandingan Tuntut Keadilan Kursi DPR yang Seimbang Terbaru Juni 2016

DPR tandingan merupakan gagasan yang dikemukakan oleh para fraksi DPR dari koalisi Indonesia Hebat. Hal ini karena kursi pimpinan dan alat pelengkap di DPR dikuasai oleh Koalisi Merah Putih yang mendukung Prabowo Subianto. DPR yang digagas oleh Koalisi pihak Jokowi mengajukan pimpinan baru untuk mengisi kursi DPR. Mereka pun sudah menggelar rapat dan bahkan memparodikan rapat paripurna DPR pertama kali yang menuai kontroversi karena banyak hal yang tidak pantas dilakukan tetapi dilakukan, seperti membalik meja DPR.

 

DPR Tandingan galang kekuatan untuk seimbangkan aspirasi rakyat

DPR Tandingan Tuntut Keadilan Kursi DPR yang Seimbang

Rapat pertama di ruang fraksi PDI Perjuangan

Saat hendak menggelar rapat pertama kali, DPR besutan Koalisi Indonesia Hebat ini tidak mendapatkan ruangan di DPR karena masih terkunci. Tak pelak, DPR tersebut menggunakan ruangan fraksi PDI Perjuangan yang sering disebut ruang KK2. Saat mengadakan rapat, ruangan KK2 dijaga oleh 10 penjaga. Rapat pun berjalan dengan baik bahkan sempat memparodikan apa yang terjadi dalam sidang paripurna pertama di DPR beberapa waktu lalu.

 

Pimpinan sementara rapat

Dalam rapat tersebut, bertindak sebagai ketua adalah Ida Fauziyah dari fraksi Partai kebangkitan Bangsa, kemudian duduk sebagai wakil ketua adalah Effendi Simbolon yang berasal dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Syaifulloh Tamliha dari fraksi partai persatuan pembangunan, Supriyadi dari fraksi NasDem dan Dossy Iskandar dari fraksi Partai Hanura. Kelima orang inilah yang memimpin rapat pertama dalam koalisi Indonesia Hebat di kantor KK2 Fraksi PDI Perjuangan.

 

Alasan pembentukan

DPR tandingan digagas karena DPR yang gagal mengesahkan penetapan partai fraksi PPP secara sepihak. Sebagaimana diketahui, dalam rapat penentuan pimpinan komisi, para anggota DPR koalisi merah putih tidak menunggu KIH yang memang belum menyerahkan nama. Mereka mengambil keputusan secara sepihak sehingga dianggap hanya mewakili keinginan atau aspirasi kelompok tertentu. Dari 64 kursi pemimpin dan 15 kursi badan kelengkapan, sebenarnya pihak DPR dari KIH hanya meminta 15 kursi saja. Namun sayang, semua kursi yang ada di DPR tersebut disapu bersih oleh DPR dari Koalisi Merah Putih.

 

Saat ditanya tentang hal ini, wakil ketua DPR mengatakan kalau pengambilan keputusan dilakukan agar pemerintah yang sekarang segera berjalan. Sebab tanpa alat kelengkapan, pemerintah belum bisa berjalan secara efektif. Di samping itu, anggaran dan undang-undang juga tidak bisa ditetapkan.

Lihat juga:

 

Sementara pihak DPR dari KIH masih bersikukuh untuk mendapatkan jatah karena merasa terpasung haknya karena tidak tergabung dalam komisi apa pun. Ahmad Basarah sempat mengungkapkan bahwa yang diinginkan adalah adanya keseimbangan antara susunan komposisi pimpinan agar komunikasi politik dapat berjalan dengan baik.

 

Susunan pimpinan yang diajukan

Hingga berita ini diturunkan, DPR tandingan mengusung sejumlah nama pimpinan DPR yakni Pramono Anung sebagai ketua DPR, dengan beberapa wakil yakni Abdul Karding, Syaifullah Tamliha, Dossy Iskandar, dan Patrice Rio Capella.

DPR Tandingan Tuntut Keadilan Kursi DPR yang Seimbang | author | 4.5