Alasan Ahok Mundur Dari Gerindra, Gunung Slamet Membara Terbaru Juni 2016

Ahok Mundur Dari Gerindra, Gunung Slamet Menyembur – Kabar mengejutkan datang dari Ahok Wakil Gubernur Jakarta. Ahok menyatakan resmi keluar dari partai Gerindra, Kenapa?. Padahal lewat partai inilah karier politik Ahok bisa moncer dan diajukan sebagai wakil gubernur jakarta bersama Jokowi. Di saat yang bersamaan, kondisi Gunung Slamet juga semakin mengkhawatirkan dan nampak seperti mau meletus. Status Gunung Slamet saat ini juga ditingkatkan menjadi Siaga karena terjadi peningkatan aktivitas. Apakah panasnya situasi politik nasional ada kaitannya dengan memanasnya dapur Gunung Slamet?

Breaking News : Alasan Ahok Keluar Dari Partai Gerindra, Gunung Slamet Membara Status Siaga

Apa Penyebab dan Alasan Ahok Mundur

Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama menyatakan mundur dari keanggotaan dan pengurus partai Gerindra. Kabar ini memang cukup mengejutkan. Memang belakangan ini hubungan Ahok dan Gerindra sempat memanas. Penyebabnya Partai Gerindra bersama koalisi merah putih mendukung pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD dalam RUU Pilkada.

Basuki pun merasa bahwa jika kepala daerah di pilih oleh DPRD maka Gerindra sudah keluar dari jalan dan melanggar janji saat mengusungnya dalam pemilukada Jakarta. Pasalnya, Gerindra menyatakan akan membuat Ahok menjadi Role Model kepala daerah berprestasi yang siap kerja dan membesarkan partai.

Banyak pihak juga menyesalkan sikap partai koalisi merah putih yang mengusulkan bahwa partai harus dipilih oleh DPRD. Sikap ini merupakan kemunduran karena kembali ke masa lalu. Padahal, output kepala daerah waktu itu tidak lebih baik dari pilkada langsung.

Alasan yang dibawa oleh partai koalisi merah putih untuk meminimalkan biaya dan ongkos politik supaya tidak ada istilah balik modal karena sudah keluar uang banyak waktu pilkada langsung. Padahal melalui mekanisme dipilih oleh DPRD juga memiliki cost politik yang sama besar. Malah bisa menghilangkan fungsi check and balance antara eksekutif dan legislatif.

Gerindra sendiri juga menyindir Ahok atas tingkah lakunya yang dianggap arogan. Partai berlambang garuda ini menyebut kalau Ahok tidak punya prestasi selain hanya sekedar bicara alias ngomong doang. Gerindra besar dan hebat seperti ini karena Prabowo, bukan karena Ahok.

Baca juga berita:

Ahok Resmi Mengirimkan Surat Pengunduran Diri

Ahok Resmi Keluar dari Gerindra - Surat Pengunduran Diri Ahok

Akhirnya, hari ini tanggal 10 September 2014, Ahok yang juga mantan bupati Belitung dan anggota DPR RI ini resmi mengirimkan surat pengunduran dan kartu anggota ke partai Gerindra. Surat tanda terima juga diperlihatkan kepada media untuk memperjelas masalah ini.

Perjalanan karir politik Ahok sendiri diwarnai dengan seringnya berganti partai politik. Di awali dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru, lalu ke Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, pindah ke Golkar, dan terakhir ke Gerindra.

Gunung Slamet Membara, Statusnya menjadi Siaga

Gunung Slamet Membara

Seirama dengan panasnya situasi politik di negeri ini, Gunung Slamet juga menunjukkan tanda-tanda seakan mau meletus. Terjadi peningkatan aktivitas dentuman, ledakan, dan gemuruh di dapur Gunung Slamet. Para warga yang berada dalam radius siaga seperti di wilayah Bunyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah diminta oleh TNI dan Tim SAR untuk tidak panik dan selalu waspada untuk evakuasi jika sewaktu-waktu erupsi terjadi.

Dalam sebuah wawancara berita di stasiun tv swasta nasional, juru kunci Gunung Slamet menyatakan kalau belum waktunya untuk meletus. Aktivitas gunung yang ada d jawa tengah ini memang sering panas. Dan disadari atau tidak, waktunya hampir selalu bersamaan dengan memanaskan situasi politik nasional. Ada juga yang menyebut mitos kalau Gunung Slamet ini simbol dari politik nasional. Saat adem ayem, pemerintah juga lancar. Saat panas dan membara berarti situasi pemerintahan sedang ada gejolak. Mungkin juga ini ada benarnya, mengingat Ahok sekarang sedang panas dengan partai Gerindra dan partai Koalisi Merah Putih

Alasan Ahok Mundur Dari Gerindra, Gunung Slamet Membara | author | 4.5