Teknik Ringkas dan Cara Budidaya Belut Terbaru Juni 2016

Cara Budidaya Belut bisa dikategorikan sebagai budidaya atau ternak ikan. Namun demikian, ada perbedaan antara ikan dan belut, di mana belut hidup di area air dan lumpur secara bersamaan. Belut memiliki sistem pernafasan yang bisa hidup di dua tempat tersebut. Ada dua jenis belut yang dikembangkan atau dibudidayakan di Indonesia. Di antaranya adalah belut sawah dan belut rawa. Bentuk dua belut ini berbeda, di mana belut rawa memiliki ciri tubuh yang lebih ramping dan panjang. Soal mana belut yang akan Anda budi dayakan, semua kembali kepada Anda. Karena meski berasal dari dua tempat yang berbeda, secara umum budidaya keduanya sama saja. Bagaimana caranya?

 

Cara budidaya belut hingga pemberian pakan yang tepat

Cara Budidaya Belut

Perlu Anda ketahui bahwa ada dua teknik budidaya belut, yang pertama adalah pembibitan dan yang kedua adalah pembesaran. Di Indonesia, teknik pembibitan dilakukan secara alami (bukan hormonal), hasilnya adalah bibit belut. Sementara teknik pembesaran adalah di mana belut dibesarkan hingga bisa siap untuk dikonsumsi. Kali ini kami akan memberitahukan cara budidaya saat bibit belut sudah siap dan tinggal dibesarkan saja.

 

Langkah pertama, pemilihan bibit belut

Untuk mendapatkan hasil yang bagus, bibit belut harus dipilih dengan sangat baik. Kriteria bibit yang baik dan dihasilkan dari budidaya belut adalah sebagai berikut;

  1. Belut aktif dan lincah, bukan belut yang loyo
  2. Belut harus bebas dari penyakit
  3. Tidak memiliki cacat atau luka secara fisik
  4. Memiliki ukuran yang seragam sehingga saat besar pun bisa dijual dengan ukuran seragam

 

Selain membeli bibit hasil budidaya, Anda juga bisa menangkap bibit belut. Kelemahan dari bibit tangkapan adalah ukurannya yang kurang seragam dan akan membutuhkan cukup banyak waktu dalam penangkapannya.

 

Langkah kedua, pembuatan kolam

Kolam dalam cara budidaya belut sangat banyak. Mulai dari kolam tembok, drum, tong, dan yang lainnya. Pada umumnya, cara budidayanya mirip, hanya tempatnya saja yang berbeda. Dan jika Anda memilih kolam tembok, sebelum menaruh atau menebar bibit, sebaiknya pastikan bahwa kolam bersih dan bau semen sudah tidak ada lagi. Akan sangat baik jika kolam tersebut Anda keringkan lebih dulu sebelum akhirnya Anda menebar benih dari belut. Jika sudah pasti bersih dan kering, Anda bisa mengikuti langkah berikut;

  1. Letakkan jerami padi sebagai lapisan terbawah dengan ketebalan 20 cm saja
  2. Lanjutkan dengan pelepah pisang setebal 6 cm
  3. Campurkan pupuk kompos, bisa kotoran sapi ke dalam lapisan yang sudah Anda buat. Ketebalannya bisa 20 hingga 25 cm saja.
  4. Siramkan bioaktivator atau EM4 ke dalam kolam
  5. Siapkan lumpur sawah dan masukkan dengan ketebalan 10 hingga 15 cm
  6. Agar terfermentasi dengan sempurna, biarkan selama 1 hingga 2 minggu
  7. Setelah itu, Anda bisa mengalirkan air bersih selama 3 hingga 4 hari kemudian genangi dengan air.
  8. Bibit siap ditebar

 

Perlu Anda ketahui bahwa penebaran bibit belut hampir sama dengan cara budidaya lele di mana untuk bibit berukuran 10 hingga 12 cm bisa hidup 50 hingga 100 ekor dalam 1 meter persegi kolam. Lihat juga Cara Ternak Murai Batu

 

Langkah ketiga, pakan untuk belut

Pemberian pakan didasarkan pada berat belut. Berikut kira-kira ukuran pemberian pakan dalam cara budidaya belut;

  1. Untuk belut usia 0 hingga 1 bulan, sebesar setengah kilogram
  2. Untuk belut usia 1 hingga 2 bulan, sebesar 1 kg
  3. Untuk belut usia 2 hingga 3 bulan, sebesar 1,5 kg
  4. Untuk belut usia 3 hingga 4 bulan, sebesar 2 kg

 

Ukuran pakan di atas dimaksudkan untuk populasi belut dengan berat mencapai 10 kg.

Perhatikan debit air dan perawatan dalam cara budidaya belut ini, supaya bisnis rumahan Anda bisa mendapatkan hasil yang baik.

Teknik Ringkas dan Cara Budidaya Belut | author | 4.5