Strategi Sukses Cara Ternak Murai Batu dan Penangkaran Terbaru Juni 2016

Cara ternak murai batu bisa dikatakan susah-susah gampang. Sebab faktanya, banyak peternak yang mengeluhkan ketidaksuksesannya dalam mengembangbiakkan burung mahal ini. Alasannya banyak, dari burung yang tidak bisa bertelur, burung yang tidak sukses saat mengeram, atau yang lainnya. Bahkan, saat peternakan burung murai batu ini dilakukan dalam bertahun-tahun pun, peternak tidak bisa mendapatkan apa-apa alias gagal. Pada dasarnya, peternakan burung murai batu terbilang mudah dan simpel. Yakni bagaimana Anda bisa sukses mempertemukan dan membuat burung jantan dan betina saling jatuh cinta dan mau kawin.

Jika secara simpel digambarkan seperti itu, maka bagaimana cara Anda untuk membuat burung jantan dan betina? Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan memisahkan sangkar burung jantan dan betina, hingga mereka benar-benar siap kawin, baru dikawinkan atau dimasukkan dalam satu sangkar. Jika Anda menempuh cara ini, biasanya akan ada tanda berupa kicauan burung murai batu jantan untuk menarik si betina. Kemudian murai batu betina akan menjawabnya dengan kepakan sayap yang cantik. Keaktifan mereka ini bisa menjadi salah satu tanda yang bisa Anda jadikan patokan untuk mengawinkan mereka. Namun, apakah cara ini selalu efektif? Belum tentu, sebab tidak akan mungkin Anda menunggu mereka siap untuk kawin. Anda perlu membantu mereka untuk mau kawin. Untuk itu, kami akan membahas cara mudahnya dalam artikel ini.

 

Strategi sukses dan cara ternak murai batu dan penangkaran yang benar

Strategi Sukses Cara Ternak Murai Batu

Ketahui penyebab gagalnya ternak murai batu

Sebelum kita belajar cara budidaya burung murai batu, terlebih dulu Anda harus menganalisa mengapaa burung tersebut tidak bisa diternak dengan mudah. Dan salah satu alasan utamanya adalah tidak serentaknya masa kawin jantan dan betina. Perlu Anda ketahui kalau burung murai betina memiliki masa kawin setiap bulan. Sementara burung murai batu jantan tidak bisa ditebak masa kawinnya. Anda perlu memahami ciri-ciri masa kawin mereka agar bisa mengawinkannya dengan mudah. Berikut adalah ciri-ciri burung yang ingin kawin;

  1. Agresif atau aktif
  2. Berkicau atau berbunyi terus menerus
  3. Lincah dan sering bergerak ke sana kemari

Yang dimaksud agresif dalam cara ternak murai batu ini adalah saat jantan senang mengejar betina atau sebaliknya. Tugas Anda adalah membuat keduanya merasakan birahi atau masuk masa kawin bersama-sama.

 

Makanan berprotein

Makanan berprotein seperti jangkrik ternyata bisa digunakan untuk memancing masa kawin tersebut. Anda bisa menciptakan kekompakan dan ketertarikan masing-masing burung. Caranya adalah dengan memberikan mereka makanan. Letakkan jangkrik di tangan Anda dan biarkan si betina menyambar hingga jangkrik kedua. Setelah jangkrik itu, 5 jangkrik selanjutnya harus diberikan kepada si jantan. Meskipun si betina menyambar, Anda harus menyembunyikannya atau menarik tangan Anda dan membiarkan si jantan menyambarnya. Ini menjadi cara sederhana yang bisa digunakan untuk membuat birahi atau masa kawin mereka datang bersamaan. Simak juga ulasan kami tentang Cara Budidaya Ikan Lele

 

Masa mengeram

Saat mengeram, usahakan untuk tidak memberikan makanan berprotein. Baru saat masa mengeram akan selesai, kurang dua hari, Anda bisa memberikan makanan berprotein lagi.

Demikian info bisnis rumahan agribisnis tentang cara ternak murai batu yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Strategi Sukses Cara Ternak Murai Batu dan Penangkaran | author | 4.5