Cara Budidaya Ikan Patin dalam 4 Langkah Terbaru Juni 2016

Cara budidaya patin menjadi salah satu teknik budidaya yg cukup ditunggu. Ikan dengan jenis daging putih yg enak serta banyak ini banyak diminati oleh masyarakat. Baik oleh warung pinggir jalan maupun restoran mewah. Pasar dari budidaya atau ternak ikan patin juga bisa berupa penjualan bibit bagi para peternak. Segmen pasar yg luas ini membuat ternak ikan patin terbilang menjanjikan serta menguntungkan. Ingin mencobanya? Silakan ikuti empat langkah budidaya dari ikan patin berikut ini.

 

Ini dia 4 langkah serta tips budidaya patin untuk pemula

Cara Budidaya Ikan Patin dalam 4 Langkah

Pembibitan

Untuk bibit patin bisa didapatkan dengan dua cara besar, yakni mengambilnya secara langsung dari alam, bisa dari rawa, sungai, atau yg lain. Atau Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan cara mengawinkan induk betina serta induk jantan dalam kolam pemijahan. Tentu saja, Anda harus mendapatkan induk jantan serta betina terbaik jika ingin mendapatkan bibit dengan teknik kedua ini. berikut syarat untuk induk betina;

  1. Usia ikan sudah 3 tahun
  2. Ukuran ikan 1,5 hingga 2 kg
  3. Perutnya membesar ke arah belakang (anus)
  4. Kloakanya membengkak serta warnanya merah tua
  5. Perut empuk serta halus
  6. Kulit perut tipis serta lembek
  7. Ada telur yang keluar ketika kloaka dipencet

Syarat induk jantan

  1. Ukurannya adalah sebesar 1,5 hingga 2 kilogram
  2. Usianya 2 tahun
  3. Perut memiliki kulit yang tipis serta lembek
  4. Jika ditekan serta diurut akan keluar cairan berwarna putih
  5. Warna kelamin merah tua serta bengkak

Selain ciri di atas, Anda juga harus mendapatkan induk yang sehat serta lincah serta terbebas dari hama dan penyakit.

 

Perkawinan induk patin

Ada banyak teknik yang bisa dilakukan untuk mengawinkan dua induk patin. Salah satunya adalah dengan mengawinkan secara suntik atau lebih dikenal dengan istilah kawin suntik. Anda juga bisa memilih dengan mengawinkan alami, yakni secara langsung.

 

Perawatan ikan patin

tips ternak patin selanjutnya setelah didapatkan larva dan bibit dari patin adalah proses perawatan. Proses inilah yang paling penting untuk dilakukan. Dalam proses ini Anda harus memberi pakan untuk larva-larva yang sudah Anda pindahkan atau Anda pisahkan dari induknya. Pakan diberikan saat pagi dan sore hari atau sebanyak 2 kali sehari. Akan sangat baik jika larva diberi pakan yang mengandung protein. Anda bisa menambahkan makanan alami dari alam berupa bekicot, sisa pakan di dapur, keong emas, serta yg lainnya. Selain merawatnya dalam hal pakan, Anda juga harus merawat larva dari gangguan hama dan penyakit.

 

Panen ikan patin

Saat panen, Anda harus memperhatikan beberapa hal;

  1. Cacat patin saat dipanen
  2. Kerusakan
  3. Kematian

Sebaiknya, panen patin dari hilir ke hulu untuk menghindari kematian dari patin saat dipanen. Baca juga Ternak Koi yang Benar dan Mudah

Itulah bisnis rumahan tips mudah budidaya ikan patin yg dapat Artikel.web.id sampaikan. Semoga bermanfaat.

Cara Budidaya Ikan Patin dalam 4 Langkah | author | 4.5